TEORI
EVOLUSI CULTURAL : LESLIE A WHITE
Pada
dasarnya teori evolusi Leslie A White
menitikberatkan pada pengaruh
ketersediaan energi pada perkembangan kebudayaan. Teorinya menyatakan bahwa
jika faktor-faktor lainnya tetap, kebudayaan akan berkembang bila jumlah energi
(energi manusia, hewan, matahari, dll)
yang dimanfaatkan per kapita dalam setiap tahun bertambah atau bila
efisiensi dari cara-cara penggunaan energi meningkat atau kedua-duanya
meningkat. Dengan kemajuan sistem teknologi maka penguasaan masyarakat terhadap
energi akan meningkat dan kebudayaan akan mengalamami kemajuan.
Teori ini sangat berpengaruh bagi perkembangan Ilmu
Arkeologi, dimana teori ini bisa dipakai dalam penelitian Arkeologi. Teori ini
mengatakan perkembangan suatu kebudayaan sangat dipengaruhi dengan kemajuaan
sistem teknologi dan penguasaan masyarakat tersebut terhadap energi. Jadi para
Arkeolog dapat memperiodesasikan penemuan arkeologi berdasarkan kemajuan
teknologi penemuan tersebut, dan Arkeolog dapat memperiodesasikan tingkat
kemajuan suatu masyarakatnya dari tingkat kemajuan alat-alat pengusung
kebudayaannya.
Contoh studi kasus teori ini, saya mengambil contoh Bangsa
Mongol. Saat dulu masih dibagi dalam suku-suku kecil nomaden, dimana setiap
suku dipimpin oleh satu kepala suku sekaligus pemimpin perang, suku-suku kecil
ini saling berperang satu sama lain. Pada masa ini kebudayaan mereka bisa
dikatakan belum relatif maju, karna mereka hanya mengandalkan dari sektor
peternakan saja dan sebagian hidup dari merampok. Tapi setelah munculnya satu
orang yang berfikir visionaries, yang bernama Genghis Khan semuanya berubah.
Pertama-tama dia mulai menaklukan satu demi satu suku-suku kecil tersebut, ketika
semua suku telah disatukan menjadi satu kerajaan mereka mulai melakukan
penyerangan-penyerangan ke Negara lain. Dimana pada masa keemasannya, kekuasaan
Bangsa Mongol ini berhasil mencapai 1/3 dunia yang terbentang mulai dari
sebagian eropa timur sampai asia tenggara. Kesuksesan Bangsa Mongol ini terjadi
karna Genghis Khan berhasil memaksimalkan SDM-nya ( Energi ) dalam sektor
kemiliteran. Dia berhasil mengorganisir pasukannya sehingga lebih terstuktur,
yang dimana hal ini baru terjadi dalam kebudayaan Bangsa Mongol yang semula
nomaden. Banyak teknologi-teknologi baru yang digunakan oleh Genghis Khan untuk
memperkuat pasukannya, tetapi salah satu teknologi mereka yang paling menonjol
adalah sanggurdi yang dibagian kaki terdapat pijakannya. Dengan menggunakan
sanggurdi ini mereka bisa memanah dengan berkuda, salah satu keahlian Bangsa
Mongolia. Mereka sebenarnya tidak menciptakan teknologi-teknologi tersebut,
tetapi hanya mengambil atau mencontoh teknologi dari kebudayaan-kebudayaan yang
telah dikuasainya, dan mereka menyempurnakan teknologi tersebut. Dari uraian
diatas dapat disimpulkan, dengan memaksimalkan seluruh potensi Energi yang ada
dengan diikuti dengan kemajuan teknologi, suatu kebudayaan akan semakin maju.
Sumber Referensi:
Googlebooks, Pokok-Pokok Antropologi Budaya –
T.O.Iromi
en.wikipedia.org/culturalevolutionism
id.wikipedia.org/genghiskhan
0 komentar:
Posting Komentar