Selasa, 15 April 2014

Leslie A White - Teori Evolusi Kultural

TEORI EVOLUSI CULTURAL : LESLIE A WHITE

Pada dasarnya teori evolusi Leslie A White menitikberatkan pada pengaruh ketersediaan energi pada perkembangan kebudayaan. Teorinya menyatakan bahwa jika faktor-faktor lainnya tetap, kebudayaan akan berkembang bila jumlah energi (energi manusia, hewan, matahari, dll)  yang dimanfaatkan per kapita dalam setiap tahun bertambah atau bila efisiensi dari cara-cara penggunaan energi meningkat atau kedua-duanya meningkat. Dengan kemajuan sistem teknologi maka penguasaan masyarakat terhadap energi akan meningkat dan kebudayaan akan mengalamami kemajuan.
Teori ini sangat berpengaruh bagi perkembangan Ilmu Arkeologi, dimana teori ini bisa dipakai dalam penelitian Arkeologi. Teori ini mengatakan perkembangan suatu kebudayaan sangat dipengaruhi dengan kemajuaan sistem teknologi dan penguasaan masyarakat tersebut terhadap energi. Jadi para Arkeolog dapat memperiodesasikan penemuan arkeologi berdasarkan kemajuan teknologi penemuan tersebut, dan Arkeolog dapat memperiodesasikan tingkat kemajuan suatu masyarakatnya dari tingkat kemajuan alat-alat pengusung kebudayaannya.
Contoh studi kasus teori ini, saya mengambil contoh Bangsa Mongol. Saat dulu masih dibagi dalam suku-suku kecil nomaden, dimana setiap suku dipimpin oleh satu kepala suku sekaligus pemimpin perang, suku-suku kecil ini saling berperang satu sama lain. Pada masa ini kebudayaan mereka bisa dikatakan belum relatif maju, karna mereka hanya mengandalkan dari sektor peternakan saja dan sebagian hidup dari merampok. Tapi setelah munculnya satu orang yang berfikir visionaries, yang bernama Genghis Khan semuanya berubah. Pertama-tama dia mulai menaklukan satu demi satu suku-suku kecil tersebut, ketika semua suku telah disatukan menjadi satu kerajaan mereka mulai melakukan penyerangan-penyerangan ke Negara lain. Dimana pada masa keemasannya, kekuasaan Bangsa Mongol ini berhasil mencapai 1/3 dunia yang terbentang mulai dari sebagian eropa timur sampai asia tenggara. Kesuksesan Bangsa Mongol ini terjadi karna Genghis Khan berhasil memaksimalkan SDM-nya ( Energi ) dalam sektor kemiliteran. Dia berhasil mengorganisir pasukannya sehingga lebih terstuktur, yang dimana hal ini baru terjadi dalam kebudayaan Bangsa Mongol yang semula nomaden. Banyak teknologi-teknologi baru yang digunakan oleh Genghis Khan untuk memperkuat pasukannya, tetapi salah satu teknologi mereka yang paling menonjol adalah sanggurdi yang dibagian kaki terdapat pijakannya. Dengan menggunakan sanggurdi ini mereka bisa memanah dengan berkuda, salah satu keahlian Bangsa Mongolia. Mereka sebenarnya tidak menciptakan teknologi-teknologi tersebut, tetapi hanya mengambil atau mencontoh teknologi dari kebudayaan-kebudayaan yang telah dikuasainya, dan mereka menyempurnakan teknologi tersebut. Dari uraian diatas dapat disimpulkan, dengan memaksimalkan seluruh potensi Energi yang ada dengan diikuti dengan kemajuan teknologi, suatu kebudayaan akan semakin maju.








Sumber Referensi:
Googlebooks, Pokok-Pokok Antropologi Budaya – T.O.Iromi
en.wikipedia.org/culturalevolutionism

id.wikipedia.org/genghiskhan

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

About me

hanyamanusiabiasasamasepertikaliansemua