Oleh: Fiqri
Muliathoha Tuanaya
Manusia diperkirakan bermigrasi
menuju Benua Amerika dari Benua Asia melalui Selat Bering. Penanggalan awal
menunjukan daerah Amerika bagian utara pertama kali didatangi sekitar 14,000
tahun yang lalu. Tetapi, hal ini juga masih merupakan perdebatan dikarenakan
penanggalan pada Situs Pedra Furada di Amerika Selatan menunjukan penanggalan
sekitar 30,000 tahun yang lalu. Sisa – sisa peninggalan manusia yang tak diragukan
sebagai yang tertua di Amerika terdapat pada situs – situs di Alaska yang
diperkirakan berasal dari sekitar 12,000 SM. Setelah itu ada sejumlah besar
situs di Amerika Serikat di sebelah selatan perbatasan Kanada serta di Meksiko
dari abad – abad menjelang 10,000 SM (Diamond, 1997: 43).
Migrasi kelompok manusia ke Benua
Amerika ini diduga terjadi karena dampak dari iklim dan efek lingkungan yang
terjadi saat glacial akhir (pleistosen akhir). Pada saat glacial akhir itu
diperkiran permukaan laut lebih rendah 120 m dari sekarang, yang berakibat
Selat Bering pada saat itu kemungkinan besar bisa disebrangi. Hipotesis ini
berlanjut, setelah populasi awal sampai di Alaska, gletser mulai mencair,
menciptakan ‘Ice Free – Corridor’
antara Artik dan bagian dari Amerika. Menggunakan koridor ini sebagai jalur
migrasi, masyarakat Clovis menyebar menuju selatan (Bradley dan Stanford, 2006:
460). Alat – alat Clovis ini menjadi sangat menarik karena alat batu biasanya
dibuat dengan mempertimbangkan lingkungan disekitarnya, tetapi tidak dengan
Clovis. Alat batu Clovis merupakan sebuah teknologi alat batu konsisten yang
bisa dipergunakan pada daerah sub – tropis dan sub – artik dengan dibuktikan
penyebarannya dari Canada hingga Meksiko.
Clovis
Industry sendiri mendapatkan namanya dari sebuah situs – situs alat batu
yang terdapat di dekat Kota Clovis, New Mexico. Situs Clovis ini pertama kali
diteliti pada tahun 1933. Ciri – ciri yang khas dari industri ini adalah mata
batu berukuran besar yang menjadi ciri khas situs – situs tersebut. Ciri lebih
detail dari alat – alat Clovis itu sendiri antara lain, memiliki galur – galur
pada kedua sisinya, bifacial dengan ujung lancip seperti tombak, dan biasanya
lebih dari setengah inti batunya dikupas yang akhirnya menyebabkan galur –
galur. Bahan dasar dari alat – alat batu Clovis biasanya batu chert, jasper,
kalsedon, dan obsidian. Cara pembuatan yang paling memungkinkan dalam membuat
alat batu Clovis ini menggunakan metode controlled
overshot flaking. Dalam salah satu artikel di Journal of Archaeological
Science yang diterbitkan tahun 2013 dengan judul Refuting The Technological Cornerstone of The Ice – Age Atlantic
Crossing Hypothesis, menjelaskan metode controlled overshot flaking. Metode
ini bekerja dengan teknik penipisan bifacial pada alat batu. Dimulai dari
mempersiapkan yang akan dijadikan lancipan, lalu memukul dengan mengarahkannya
pada permukaan batu untuk membuang bagian yang berlawanan dari margin. Diperkirakan
alat batu Clovis digunakan sebagai ujung dari tombak untuk berburu hewan –
hewan mamalia besar pada jaman Pleistosen akhir di Benua Amerika.
Penemuan hasil ekskavasi paling
kompleks ditemukan di situs pembantaian mammoth di Amerika Utara. Pada lokasi
itu temuan alat batu Clovis ditemukan sekonteks bersama dengan tulang – tulang
megafauna jaman es dari Amerika, yaitu mammoth. Hal ini membuktikan bahwa alat
– alat batu clovis ini merupakan alat yang penting dalam masa perburuan awal di
Amerika Utara. Pada situs Topper, selain alat batu clovis, juga ditemukan bekas
– bekas pecahan clovis dan beberapa alat – alat flakes dari batu. Dibeberapa
situs ditemukan alat dari tulang mammoth di beberapa situs, salah satunya di
Situs Lovewell mammoth II. Saat ini situs tempat ditemukannya industry Clovis
ini sudah menyebar di seluruh Amerika Utara, Meksiko, dan Canada dengan jumlah
1,933 situs dan 29,393 buah temuan yang berasosiasi dengan Industri Clovis,
menurut data dari Paleoindian Database of America. Sedangkan kebudayaan pra –
clovis sangat berkaitan dengan temuan di situs Pedra Furada di Amerika Selatan
menunjukan penanggalan sekitar 30,000 tahun yang lalu. Meskipun hingga saat ini
pra – clovis masih menjadi perdebatan.
Alat yang diperkirakan sebagai
pendahulu dari alat batu Clovis adalah alat batu Solutrean. Alat batu Solutrean
sendiri adalah sebuah jenis alat batu yang ditemukan pada situs Solutre, Laugeria
Basse, dan Pyreness. Tipologi solutrean ini diperkiran sebagai bentuk evolusi
sebelum tipe Magdalenian. Gaya ini berlangsung sekitar 17,000 – 21,000 BC di
daerah Prancis Barat Daya. Solutrean industry ini mirip dengan alat – alat batu
dari jaman perburuan paleolithik lain,
yang meliputi berbagai jenis alat yaitu, serut (scrapper), burins, dan borers
(sejenis alat untuk melubangi). Hipotesis ini sendiri didasarkan pada migrasi
manusia Clovis sendiri yang diduga berasal dari Benua Eropa dan kemiripan alat
- alatnya. Sedangkan untuk bagian Amerika Utara, ada 2 hipotesis dari mana asal
temuan alat – alat batunya. Pertama menurut para ahli flute yang ditemukan di Amerika Selatan berasal dari atau
mendapatkan pengaruh dari kebudayaan paleoindian Amerika Utara, yaitu alat batu
Clovis dan Folsom. Hipotesis kedua, alat flute Amerika Selatan memangmurni alat
– alat yang diciptakan menggunakan teknik – teknik gabungan yang berbeda dari
Clovis dan Folsom. Hal ini didasarkanpada teori dari Fladmark (1979) dan Dixon
(1999) yang mengatakan bahwa imigran pertama pergi ke Benua Amerika menggunakan
watercraft melewati Pasific,diperkuat
dengan ditemukannya beberapa artefak yang ditemukandi lepas pantai. Tetapi ini
masih menjadi perdebatan dikarenakan tidak pernah dibuktikan adanya temuan
berupa watercraft.
Sumber Referensi:
Bradley,
Bruce dan Dennis Stanford. 2004. The North Atlantic Ice – edge Corridor: a
Possible Paleolithic Route to the New World – artikel yang dipublikasi dalam
buku World Archaeology. Amerika: Taylor and Francis Ltd.
Majalah
Mammoth Trumpet Volume 23 No 1, Januari 2008. Texas: Department of Anthropology
Texas A&M University.
Smallwood,
Ashley M. 2010. Clovis Biface Technology at the Topper site, South Carolina:
Evidence for Variation and Technological Flexibility – artikel yang
dipublikasikan dalam Journal of Archaeological Science. Amerika: Elsevier Ltd.
Renfrew, Colin dan Paul Bahn.
1991. Archaeology: Theories, Methods, and Practice. USA: Thames and Hudson Ltd.
0 komentar:
Posting Komentar